Monday, 6 April 2015

MAYAT DI TEMANI ULAR KARENA 3 DOSA

MAYAT DI TEMANI ULAR KARENA 3 DOSA


Di ceritakan, bahwa di zaman Kholifah Abu Bakar Ash Shiddiq terjadi suatu peristiwa dimana seorang mayat tatkala hendak di sholati, kafannya bergerak gerak. Kafan itu di buka ternyata di dalamnya ada seekor ular mengalungi leher si MAYAT, memakan daging dan menghisap darahnya. Ketika ular hendak di bunuh, si ular bersyahadat dan berkata: 
"KENAPAENGKAU HENDAK MEMBUNUH AKU..?. AKU TIDAK BERSALAH, AKU DI PERINTAH OLEH ALLOH UNTUK MENYIKSANYA ORANG INI HINGGA HARI QIAMAT".
 
Apa dosa dosa orang ini...?. Tanya jamaah yang ada di situ.
" DOSANYA ADA 3 MACAM, JAWAB SI ULAR":
1. BILA IA MENDENGAR ADZAN TIDAK BANGUN PERGI SHOLAT BERJAMAAH.
2. IA TIDAK MENGELUARKAN ZAKAT HARTANYA.
3. IA TIDAK MENDENGARKAN DAN NURUT NASEHAT PARA ULAMA.
MAKA INILAH GANJARANNYA...
(AL MARSUM)
 
WALLAHU A'LAM
MUDAH MUDAHAN KITA SEMUA MATI DALAM KEADAAN KHUSNUL KHOTIMAH. AMIIN...

Sumber : facebook.com

Friday, 19 December 2014

Hukum Mengucapkan Selamat Natal Bagi Orang Islam


Hukum Mengucapkan Selamat Natal Bagi Orang Islam, mengucapkan selamat natal, hukum selamat natal, hukum mengucapkan selamat natal, ucapan selamat natal bagi orang islamHukum Mengucapkan Selamat Natal Bagi Orang Islam - Munculnya problematika yang sering bersinggungan dengan akidah atau syari'ah, memang tidak dapat kita hindari, sebab kita hidup di negara yang beraneka ragam suku, yang tentunya mempunyai tradisi dan adat istiadat sendiri-sendiri, diantaranya perayaan Natal. Oleh karenanya, sebagai langkah antisipasi, kita selalu dituntut untuk bisa menyikapi secara arif dan bijak, agar tidak menjadi polemik dan gejolak bagi masyarakat awam kita.
Pertanyaan :
A. Bagaimana hukumnya mengucapkan selamat natal bagi orang islam terkait dalam tatanan Ukhuwwah basyariyah (toleransi sosial) ?
B. Toleransi yang bagaimanakah yang diajarkan oleh agama terhadap non islam ?
Jawab :
A. Mengucapkan selamat Natal sebagaimana dalam deskripsi, tidak diperbolehkan dengan beberapa pertimbangan ;
- Terdapat unsur memuliakan terhadap non muslim.
- Akan menimbulkan presepsi positif terhadap akidah mereka kepada khalayak umum. Akan tetapi, jika sikap ini justru akan menimbulkan penilaian negatif terhadap Isla, maka diperbolehkan memberikan ucapan selamat Natal. Dengan satu syarat, ucapan tersebut bukan dalam rangka memberikan penghormatan, tetapi demi menampakkan keindahan dan cinta kasih dalam Islam.
B. Toleransi yang hanya sebatas zhahir, artinya tidak sampai menimbulkan ekses menyukai serta tidak menimbulkan presepsi salah di kalangan awam.
Referensi ;
- Tafsir Ar-rozi. Juz 4, hal: 167. Maktabah Syamilah Al-Ishdar Tsani.
- Fatawa Fiqhiyah Kubro. Juz 4, hal: 238. Cetakan Al-Islamiyah.
- Bariqoh Mahmudiyah. Juz 2, hal: 51. Cetakan : Dar Ihyail Kutub Al-'Arobiyah.
- Khasyiyah Jamal. Juz 2. Hal: 119. Cetakan Darul Fikr.

Baca : Makan Hidangan Resepsi Nikah Sampai Kekenyangan

Thursday, 11 December 2014

Tips Hidup Bahagia Dunia Dan Akhirat Menurut Islam

Tips Hidup Bahagia Dunia Dan Akhirat Menurut Islam

Tips Hidup Bahagia Dunia Dan Akhirat Menurut Islam, bahagia dunia dan akhirat, mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, bahagia dunia akhirat, senang dunia akhirat

Mencapai kebahagiaan hidup adalah merupakan keinginan bagi setiap manusia. Karena hal ini adalah merupakan impian dan dambaan hidup manusia. Manusia tidak menginginkan kehidupannya menjadi susah dan penuh dengan masalah. Karena itu ada beberapa cara tips mendapatkan kebahagiaan hidup didunia dan akhirat yang berdasarkan ajaran agama kita yaitu Islam.
Berikut beberapa cara untuk mendapatkan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat yaitu :

      1. Bertaqwa
Allah menjanjikan bagi orang-orang yang bertaqwa, akan dilimpahkan berkah dari langit dan bumi yaitu : “Jika sekitanya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami akan siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri. (QS. Al-A’rof : 96).
         Untuk itulah salah satu jalan meraih kebahagiaan hidup ini adalah dengan bertaqwa. Pengertian menurut para ulama, taqwa adalah menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya dosa, dengan cara meninggalkan apa yang dilating, dan hal itu menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan. (lihat Al-Mufrodat fi Ghoribil Qur’an <hal. 545>).
                Oleh karena itu, orang yang menjaga dirinya dari perbuatan dosa, dan mengabaikan perintah Alloh, maka dia bukanlah termasuk orang yang bertaqwa. Padahal, ketaqwaan itu merupakan kunci kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
                Untuk itulah setiap orang yang menginginkan kebahagiaan dan keluasan rizqi serta kemakmuran hidup, maka hendaknya dia mentaati perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya. Janganlah mencari kebahagiaan dunia akhirat itu dengan cara yang haram, bahkan sampai bersusah payah ke dukun, sebab dukun itu sendiri bersusah payah mencari kebahagiaannya dengan  cara menipu manusia.

b.      2. Banyak beristighfar dan bertaubat.
Istighfar dan taubat merupakan sebab-sebab kebahagiaan dunia dan akhirat dan juga kebahagiaan seseorang dan sebab keluarnya karunia Allah Ta’ala dari langit dan bumi. Sebagaimana yang telah di ucapkan Nabi Nuh –Alaihis.Salam- kepada kaumnya di dalam Al-Qur’an yang artinya: “Maka aku katakana kepada mereka; Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, niscaya Dia akan mengirimkan hujan dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai…” (QS. Nuh: 10-12)
Begitu besar dan banyaknya buah dan manfaat istighfar dan taubat berupa kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Bahkan barang siapa yang ingin diberi kebahagiaan yang terus menerus, maka hendaklah selalu beristighfar dan juga bertaubat.

c.       3. Bersedekah di jalan Allah.
Begitu banyak manfaat dan keutamaan bersedekah ini. Beberapa manfaat keutamaan sedekah ini adalah mempererat tali silaturahmi dan juga merupakan salah satu jalan untuk menyambung silaturahim antara sesame manusia, sedekah dapat melapangkan kesempitan, menghentikan dari meminta-minta, membantu orang ynagg lapar menjadi kenyang, memberikan kegembiraan pada anak kecil, menyenangkan hati orang dewasa dan menciptakan kebahagiaan di tengah-tengah kaum muslimin.
Allah berjanji akan menggentikan apa saja yang diinfakkan dijalannya. Sedangkan janji Allah adalah benar, tidak ada keraguan di dalamnya. Karenanya, seyogyanya kaum muslimin berlomba untuk meraihnya, dan jangan takut dan ragu terhadap janji Allah, saat setan menakut-nakutimu dengan kefakiran.
Demikian beberapa hal yang berhubungan dengan cara mendapatkan kebahagiaan hidup dunia maupun akhirat kelak. Semoga bisa memberikan manfaat. Aamiin…!!!

Tuesday, 2 December 2014

Kumpulan Hadits Nabi Tentang Zaman Akhir

Kumpulan Hadits Nabi Tentang Zaman Akhir

Kumpulan Hadits Nabi Tentang Zaman Akhir, hadits akhir zaman, akhir zaman, hadits nabi tentang akhir zaman

*Suatu Masa, Yang Langka Hanya Tiga Perkara
قال النبى ص.م : "سيأتي عليكم زمان لا يكون فيه شيئ اعزّ من ثلاثة : درهم حلال, او اخ يستأنس به, او سنة يعمل بها" رواه الطبرانى عن حذيفة بن اليمان رضى الله عنه. اهتمختار الاحاديث
Artinya; Akan datang suatu masa pada kalian semua, dimana pada masa itu, tidak ada yang lebih langka daripada tiga perkara; 1. Uang yang halal. 2. Saudara yang menyenangkan. 3. Sunnah yang diamalkan.

Keterangan; Uangyang halal sudah langka saat ini dan masa sebelumnya, apalagi dimasa-masa yang akan datang, demikian pula lebih langka lagi seorang sahabat yang dapat dipercaya, dan lebih langka lagi dari pada keduanya adalah sunnah (jejak Nabi Saw) yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, karena mayoritas masyarakat pada saat itu telah sepakat melakukan hal-hal yang berbau Bid’ah, tanpa ada satupun yang mengingkarinya.

*Suatu Masa, Dimana Masyarakat Berperang
Memperebutkan Emas
أخبرنا محمد بن عبد الرحمن السامى, قال: حدّثنا علىّ بن الجعد, قال: حدّثنا زهير بن معاوية, عن سهيل بن ابى صالح, عن أبيه عن ابي هريرة قال: قال رسول الله صل الله عليه وسلم: "سيأتى عليكم زمان يحسر الفرات عن جبل من ذهب, فيقتتل عليه الناس, فيقتل من كل مائة تسعة وتسعون", قال: يا بنيّ, إن أدركته, فلا تكوننّ ممّن يقاتل عليه". صحيح ابن حبان
Artinya; Akan datang suatu masa pada kalian semua, dimana sungai Furat terbuka menerima tumpahan gunung Emas, lalu manusia pada waktu itu berperang memperebutkan emas tersebut, setiap seratus golongan yang tebunuh (dari mereka)berjumlah sembila puluh sembilan. Nabi Saw bersabda; Wahai anakku, jika kamu menjumpai masa itu, maka janganlah kamu tergolong orang-orang yang berperang memperebutkan emas.

*Spirit Agar Segera Bershodaqoh Sebelum Terlambat
أخبرنا محمد بن عبد الاعلى قال: حدثنا خالد قال: حدثنا شعبة عن معبد بن خالد عن حارثة, قال: سمعت رسول الله صل الله عليه وسلم يقول: "تصدقوا فأنّه سيأتي عليكم زمان يمشي الرجل بصدقته فيقول الّذي يعطاها لو جئت بها بالامس قبلتها فأما اليوم فلا" سنن النسائي الصغرى
Artinya; Bershodaqohlah kalian semua...! karena sesungguhnya akan datang suatu masa pada kalian semua, dimana seseorang yang berjalan membawa shodaqohnya, lalu orang yang diberi shodaqoh berkata; Seandainya kamu datang dengan membawa shodaqoh kemarin (pada saat saya masih membutuhkannya) maka saya akan menerimanya, sedangkan hari ini (harta melimpah) maka saya tidak menerimannya.

*Suatu Masa, Dimana Kematian Lebih Berharga
Dari Pada Mempertahankan Hidup
حدّثنا محمد بن خليفة, قال: حدّثنا محمد بن الحسين, قال: حدّثنا محمد بن الحسن بن بدينا الدقاق, قال: حدّثنا محمد بن عبد الله بن عمار الموصلي, قال: حدّثنا المعافى بن عمران, عن شريك, قال حدّثنا عبد الله بن يزيد, عن كميل بن زياد النخعي, قال: سمعت ابن مسعود, يقول: إنه "سيأتي عليكم زمان لو وجد احدكم الموت يباع لاشتراه" اهماالسنن الوردة فى الفتن للداني
Artinya; Akan datang suatu masa pada kalian semua, seandainya salah satu dari kalian semua menjumpai kematian yang dijual, maka ia akan membelinya.

Keterangan; Karena saking banyaknya fitnah yang terjadi pada masa itu, sehingga kematian lebih berharga daripada mempertahankan hidup.



*Dilema Memilih Antara Berada Dalam Keadaan Lemah Dan
Melanggar Ketaatan Kepada Allah Swt
حدّثنا ابو بكر الشفغى, حدّثنا إسحاق بن الحسن بن ميمون, حدّثنا سعيد بن سليمان, أنبأ عباد بن العوام, عن داود بن ابي هند, عن سعيد بن ابي جبيرة, عن ابي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله: "سيأتي على الناس زمان يخيّر فيه الرجل بين العجز والفجور, فمن أدرك منكم ذلك الزمان فليختر العجز على الفجور" اهم المستدرك على الصحيحين والجامع الصغير
Artinya; Akan datang suatu masa pada manusia, dimana ia disuruh memilih antara berada dalam keadaan lemah (terjajah) dan melanggar ketaatan kepada Alloh SWT. Dan barang siapa dari kalian semua yang menjumpai masa itu, maka ia (wajib) memilih berada dalam keadaan lemah daripada melanggar ketaatan pada Alloh SWT.

Keteranga; Dalam hal ini yang disuruh memilih adalah para penguasa, sedangkan pilihan harus pada yang lemah, karena keselamatan agama wajib didahulukan.

*Suatu Masa, Dimana Orang Yang Terbaik
Segera Menjauhi Kebaikan Yang Ia Lihat
حدّثنا أبو أسامة عن عوف عن أبي المنهال عن ابي العالية قال: "كنّا نتحدّث أنّه سيأتي على الناس زمان خير أهله الذّي يرى الخير فيجانبه قريبا" اهن مصنف إبن أبي شيبة
Artinya; Akan datang suatu masa pada manusia, dimana orang yang terbaik pada masa itu, segera menjauhi kebaikan yang baru dilihatnya.

*Suatu Masa, Dimana Fitnah Sudah Merajalela
وعن عمار بن ياسر قال: كنّا جلوسا عند النبيّ صل الله عليه وسلم فى عدّة من أصحابه – أبو بكر وعثمان وعليّ وطلحة والزبير وعبد الرحمن ومعاذ و حذيفة وسعد – بعد الهجرة بثمان سنين فى السنة التاسعة, فقال له حذيفة: فداك أبي وأمي يا رسول الله, حدّثنا فى الفتن, قال: "يا حذيفة اما إنّه سيأتي على الناس زمان القائم فيهخيرمن الماشي, والقاعد فيه خير من القائم, والقاتل والمقتول فى النار" اهن مجمع الزوائد
Artinya; Wahai Hudzaifah, ingatlah..! Sesungguhnya akan datang suatu masa pada manusia, dimana orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan. Dan orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. Sedangkan orang yang membunuh dan yang terbunuh sama-sama masuk Neraka.

Keterangan; Maksud dari tiga lafadz diatas adalah;
1.       Duduk; meninggalkan dan menjauhi fitnah, atau tidak melihat dan tidak mendengarkannya.
2.       Berdiri; melihat dan mendengarkan fitnah, tanpa mengusahakan bangkitnya sebuah fitnah.
3.       Berjalan; mengusahakan sebab-sebab yang dapat menyebabkan fitnah.

Monday, 1 December 2014

Makan Hidangan Resepsi Nikah Sampai Kekenyangan

Makan Hidangan Resepsi Nikah Sampai Kekenyangan

Setiap resepsi yang ada dijawa tidak lepas dengan namanya makanan dan minuman, lebih-lebih bagi mereka yang tergolong borjuis (kaya raya). Biasanya cara mereka menghidangkan makanan dengan model prasmanan yang telah disediakan disebuah tempat khusus, sehingga para undangan yang hadir tinggal menikmati hidangan yang telah disediakan. Karena saking banyaknya menu makanan, tak jarang diantara mereka ketika makan akan nambah dan nambah lagi sampai kekenyangan.
Pertanyaan :  Sebatas mana makanan yang diperbolehkan dalam kasus ini ?
Jawab : sesuai yang direlakan pemberi, baik dengan lisan atau dengan indikasi yang kuat.
Referensi :
Nihayatul Muhtaj ila Syarkhil Minhaj, Juz 6, Hal : 377, cetakan Maktabah Darul Fikr

(وله)اى الضيف مثلا (اخذ ما) يشمل الطعام والنقد وغيرهما وتخصيصه بالطعام ردّه المصنف رحمه الله فى شرخ المسلم فتفطن له ولا تغتر بمن وهم فيه (يعلم) او يظن بقرينة قوية بحيث لا يتخلف الرضا عنها عادة كما هو ظاهر (رضاه به) لان المدر على طيب نفس المالك فاذا قضت القرينة القوية به حال وتختلف قرائن الرضا فى ذلك باختلاف الاحوال ومقادر الاموال.

Friday, 28 November 2014

Hukum Shalat Jum'at Bagi Perempuan

Hukum Shalat Jum'at Bagi Perempuan

hukum shalat jum'at bagi perempuan, shalat jum'at bagi perempuan, shalat jum'at sebagai ganti shalat dzuhur
Wanita shalat Jum’at sebagai ganti shalat Dzuhur
Bagaimana hukum wanita yang mengikuti shalat jum’at. Cukupkah sebagai ganti shalat dzuhur ?
Jawab : Shalat jum’at bagi kaum wanita itu cukup sebagai pengganti shalat dzuhur.

“Diperkenankan bagi mereka yang tidak berkewajiban Jum’at seperti budak, musafir, dan wanita untuk melaksanakan shalat jum’at sebagai pengganti shalat Dzuhur, bahkan shalat jum’at lebih baik, karena merupakan kewajibanbagi mereka yang sudah sempurna memenuhi  syarat dan tidak boleh diulangi dengan shalat dzuhur sesudahnya. Sebab semua syarat-syaratnya sudah terpenuhi secara sempurna.”
(Bughyah Al-Mustarsyidin, hal : 78-79)