Sunday, 20 July 2014

Memberi Kado atau Uang Saat Menghadiri Undangan Walimah

Memberi Kado atau Uang Saat Menghadiri Undangan Walimah

memberi kado saat walimah, memberi uang saat walimah, saat becek, memberihadiah saat menikah, Bagaimana Hukumk Memberi Kado atau Uang Saat Menghadiri Undangan Walimah

Pertanyaan : Apa status kado dan uang tersebut dalam pandangan fiqh Islam ?

Jawaban :
Dalam kitab "Tuhfah" disebutkan bahwa Pendapat yang dianggap kuat tentang hadiah perkawinan (kado/uang) adalah sebagai Hibah (Pemberian), keumuman/tradisi masyarakat (yakni memberikan kado atau uang untuk dikembalikan lagi) tidak mempengaruhi penamaan Hibah selagi si Pemberi tidak niat menghutangi dan tidak mengatakan ambilah(semisal).
Apabila si Pemberi tidak niat menghutangi dan tidak mengatakan : ambilah(semisal), maka golongan Ulama memutlakan sebagai Hutang. Terjadinya Khilaf disebabkan tidak sama situasi dan kondisi satu masyarakat dengan masyarakat yang lain.
Kesimpulannya: Letak Khilaf yaitu jikak Hadiah (kado/uang) itu diberikan pada orang yang sedang gembira (penyelenggara Walimah), kemudian jika hadiah diberikan pada anak yang disunati, maka tidak boleh diambil lagi. Didalam "Hasyiyah al-Bujairimi", syarah kitab Minhaj menerangkan : Pendapat yang telah ditetapkan dari perkataan Iman Romli, Ibnu Hajar dan beberapa Hasyiahnya yaitu : Hadiah yang biasa diberikan saat Walimah (ex: Perkawinan, sunatan dll), bagi si pemberi tidak boleh mengambilnya lagi apabila hadiah itu diberikan pada si penyelenggara walimah atau orang yang diserahi untuk menerima hadiah kecuali memenuhi 3 syarat :
1. Saat memberi mengucapkan ambilah atau semacamnya.
2. Ada niat untuk diambil lagi(menagih).
Dan ketika hadiah itu diberikan pada orang yang dihiasi (ex:Pengantin/yang diSunati) diletakkan ditempat yang telah disediakan, maka tidak boleh diambil lagi kecuali dengan 2 syarat :
1. Dapat izin dari penyelenggara Walimah.
2. Ada persyaratan untuk diambil lagi.
Sebagaimana pendapat yang telah ditahkik oleh Syaikhina Asy-Syamsu Muhammad bin Salim al-Hafnawi.

Baca juga artikel lain tentang :
"Sunah atau Bidahkan Qunut Dalam Islam"

No comments:

Post a Comment