Sunday, 31 August 2014

Hukum Membangun Bangunan Di Atas Kuburan


Hukum Membangun Bangunan Di Atas Kuburan

Sedangkan membangun kuburan tanpa suatu keperluan sebagaimana yang telah dijelaskan, dan memberi kubah di atas kuburan yang terletak di tanah yang landai atau di tanah waqof, maka hukumya haram dan harus dihancurkan


Pertanyaan:
Bagaimanakah hukumnya dalam pandangan islam ?

Jawaban :
Para jama’ah (pengiring jenazah) disunahkan berdiri setelah jenazah di qubur. Adapun jenazah yang sudah hancur sesuai dengan perkiraan para ahli yang sudah berpengalaman, tidak diharamkan untuk menggali kembali, tetapi haram membangun dan meratakan (mengecor) tanah diatasnya jika berada di kuburan yang landai (tanah yang disediakan untuk pemakaman umum), karena hal itu bisa menghalangi untuk mengubur jenazah yang lain, karena mereka menyangka jenazah pertama belum hancur. (An-Nihayah)

Dan makruh membangun suatu bangunan diatas kuburan, berdasarkan Hadits Shahih yang melarangnya jika tidak ada keperluan seperti kekhawatiran akan digali dan dibongkar oleh binatang buas atau diterjang banjir. Kemakruhan tersebut jika kuburan itu berada di tanah milik sendiri. Sedangkan membangun kuburan tanpa suatu keperluan sebagaimana yang telah dijelaskan, dan memberi kubah di atas kuburan yang terletak di tanah yang landai atau di tanah waqof, maka hukumya haram dan harus dihancurkan, karena bangunan tersebut berarti mengabadikan jenazah setelah hancurnya. Al-Bujairimi berkata : “Sebagian Ulama mengecualikan keberadaan bangunan kuburan yang ada pada kuburan para Nabi, para Syuhada, orang-orang shaleh dan lain-lainnya. (Inganatut Tholibin)

Baca juga artikel lain tentang :


No comments:

Post a Comment