Monday, 1 September 2014

Hukum Memanfaatkan Barang Gadai

Hukum Memanfaatkan Barang Gadai

Pertanyaan :
Bagaimanakah hukum memanfaatkan barang gadai ?

Jawaban :
Jika sudah umum dikalangan masyarakat kebolehan memanfaatkan barang gadai bagi si penerima gadai. Apakah kebiasaan tersebut sama dengan memperlakukan syarat (kebolehan memanfaatkan) sampai barang yang digadaikan itu rusak. Mayoritas ulama mengatakan tidak sama kesimpulannya KHILAF. (Al-Asybah wan Nadhoir fi Bahtists Tsalits)

Diperkenankan bagi kreditur (yang meminjami) untuk memperoleh manfaat yang diberikan oleh debitur (peminjam) seperti pengembalian yang lebih baik ukuran atau sifatnya, pengembalian yang lebih bagus dari barang yang dipinjami dengan tidak disyaratkan di dalam akad, bahkan disunahkan yang demikian itu sesuai dengan sabda Rosululloh SAW, “sebaik-baiknya kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutangnya.”

Sedangkan kredit (piutang) yang disertai syarat perolehan sesuatu manfaat kepada yang meminjami, maka hal itu batal berdasarkan hadits : “semua hutang yang menarik manfaat adalah riba”.
Dengan demikian, dapat dimaklumi bahwa keharaman itu adalah sekiranya disebutkan dalam pelaksanaan akad. Sedangkan jika antara kedua pihak bersepakat akan adanya kelebihan atau manfaat tersebut dan tidak disyaratkan dalam akad, maka itu tidak rusak.
(Matan Inganatut Tholibin, Juz 3, Hal : 53, Bab Qirodh)

Baca Juga artikel lain tentang :

No comments:

Post a Comment