Sunday, 14 September 2014

Hukum Memberi Ongkos Pengetam Dengan Hasil Pengetamannya

Hukum Memberi Ongkos Pengetam Dengan Hasil Pengetamannya



hukum memberi ongkos pengetam dengan pengetamannya
Bagaimanakah hukumnya memberikan ongkos pada pengetam dengan hasil pengetamannya ?
Haram memberikan upah kepada pengetam dengan biji-bijian yang diketam. Dan tidak boleh memasak farik dan kedelai (dari hasil tanaman lainnya) bahkan harus menjauhinya jika diketahui bahwa tanamannya itu masih harus di zakati.

(Muhammad Nawawi al-Jawi, ats-Tsimarul Yani’ah ‘ala Riyadlul Badi’ah, (Indonesia: al-Haramain, 1427 H./2006 M.), Cet. ke-1, h. 55)

Dalam redaksi lain disebutkan tidak mengapa kapas itu dipanen dengan ongkos separuh atau sesamanya dan sebagaimana kapas, adalah Usfur (jenis tanaman), zaitun dan lainnya dari sesuatu yang tidak jelas kadarnya. Imam Ibrahim berkata : Boleh memberikan pakaian dengan sepertiga atau seperempat, yakni pengusaha tenun boleh memberikan upah kepada tenaga penenun dengan tenunannya, sehingga berarti si penenun itu merupakan bagian dari barang yang ditenunnya sedangkan selebihnya milik pengusahanya.
(Fathul Bari, Juz 5, Bab Muzaro’ah)

Kesimpulan jawaban yaitu KHILAF.

No comments:

Post a Comment