Monday, 8 September 2014

Hukum Nikah Mut'ah Menurut Islam

Hukum Nikah Mut'ah Menurut Islam

hukum Nikah mut'ah, hukum nikah berjangka, nikah dalam waktu tertentu, nikah kontemporer.jpg

Pertanyaan :
Seseorang kawin atau nikah dengan akad dan saksi untuk masa tertentu (nikah mut’ah), maka bagaimana perkawinan ini menurut syar’i ?

Jawaban :
Nikah berjangka, nikah komtemporer, nikah mut’ah ini batal menurut syar’I sebagaimana pendapat dari kebanyakan dari kalngan Hanafiyah, Malikiyah, dan Hanbilah. Dalam kitab al-Hidayah, nikah mut’ah ini batal. Dalam Minhajul Jalil disebutkan, batal nikah yang ditentukan pada masa tertentu dan demikian itu disebut nikah Mut’ah. Dalam al-Mughni karya Ibnu Qudamah disebutkan, seandainya ada lelaki mengawini perempuan untuk diceraikan lagi pada waktu yang telah di tentukan, maka perkawinannya tidh sah karena keberadaan syarat trsebut telah menghalangi kelanggengan perkawinan dan serupa dengan nikah Mut’ah.
(Fatawa Syar’iyah Li Syekh Husain Muhammad Mahlaf, Juz 2, Hal : 7)

Para Ulama bersepakat, bahwa Nikah Mut’ah itu tidak sah tanpa ada perselisihan pendapat antara mereka. Bentuknya adalah, seseorang mengawini perempuan untuk masa tertentu dengan berkata : “Aku mengawini/menikahi kamu untuk masa satu bulan atau setahun, dan semacamnya”. Perkawinan ini tidak sah dan telah dihapus kebolehannya oleh kesepakatan para Ulama masa lalu dan sekarang.
(Rohmatul Ummah, Hal : 219)

Demikian halnya semua nikah yang di tentukan berlangsungnya sampai waktu yang diketahui ataupun yang tidak diketahui, maka nikah tersebut tidak sah, dan tidak ada hak waris dan talak antara kedu pasutri.
(Al-Umm Li Imam Syafi’I, Juz 5, Hal : 71)

Baca juga :

No comments:

Post a Comment