Sunday, 16 November 2014

Hukum Membaca al-Qur'an Dengan Irama Cepat



Hukum Membaca al-Qur'an Dengan Irama Cepat


Khataman al-Qur’an dengan menggunakan pengeras suara (speaker), sudah menjadi kegiatan rutin disebagian Masjid dam Musholla. Dalam kegiatan tersebut tentunya banyak manfaatnya, disamping ada nilai ibadahnya, baik bagi qori’ (pembaca) maupun mustami’ (pendengar), juga menampakkan syiar agama islam. Namun disisi lain, dalam khataman biasanya model pembacaanya terlalu cepat, sehingga sering kita mendengar adanya bacaan yang tidak sesuai dengan ilmu tajwid.
Pertanyaan :
a.       Dengan melihat dampak positif dan negatif khataman al-Qur’an sebagaimana dalam deskripsi, bagaimana hukum mengadakan khataman al-Qur’an tersebut ?
b.      Bagaimana hukum mengingatkan orang yang salah dalam membaca al-Qur’an ?

Jawab :
a.       Pada dasarnya membaca al-Qur’an sangat dianjurkan , karena ada nilai ibadahnya. Akan tetapi, jika dalam khataman al-Qur’an tersebut terdapat kesalahan (al-Lahn) yang sampai ada perubahan makna, atau karena saking cepatnya sehingga terdapat bacaan yang samar, maka hukumnya haram.
b.      Bila kesalahan yang terjadi dapat merusak lafazh atau makna, maka bagi yang mengetahui wajib mengingatkannya.

Referensi :
1.       Ihya’ Ulumuddin juz 2, hal : 171, Maktabah Syamilah Al-Ishdar Tsani
2.       At-Tibyan fi Adabi Hamlatin qur’an, juz 1, hal : 111, Maktabah Syamilah Al-Ishdar Tsani
3.       Al-Itqon fi ‘Ulumil Qur’an , juz 1, hal : 126, 128, Maktabah Syamilah Al-Ishdar Tsani
4.       Al-Mausu’ah Al-fiqhiyah, juz 1, hal : 178, Maktabah Wizaroh Al-Auqof Al-Kuwaity
5.       Bariqoh Mahmudiyyah, juz 4, hal : 55, Dar Ihyail Kutub Al-‘Arobiyah

Baca Juga :


No comments:

Post a Comment